Udah lama bgt gak update blog,yah dikarenakan msh sibuk dgn masalah ini. Tentunya anda juga tau kan masalah yg sedang kita hadapi sekarang?

Banyak yg mengeluh tentang hal ini,dan diperkirakan masalah ini tidak akan tuntas selama hubungan bilateral Indonesia dgn pemerintah China masih kacau terkait dgn kebijakan ekspor-impor yg belum jelas aturannya.

Sebenarnya itu hanya maslah diplomatik,tapi jika pemerintah Indonesia dengan pemerintah China masih bersikeras dgn kebijakan masing-masing,otomatis kita akan terus mengalami kondisi seperti ini.
Adapun kebijakan baru yg diinginkan oleh pemerintah China yaitu:

  • Menaikkan pajak impor dari indonesia
  • Indonesia tidak melarang ekspor ikan dari China

Nah,masalahnya pemerintah Indonesia keberatan dengan kebijakan yg diinginkan oleh pemerintah China tsb.
Namanya juga hubungan bilateral,jd harus saling menguntungkan ya kan?
Jadi,selama masalah ini belum rampung,mau tidak mau kita harus terima dng keadaan yg seperti ini.

Mudah-mudahan hal ini cepat teratasi,kita cuma bisa berdoa agar masalah ini tidak berkelanjutan,sampai pemerintah kita dengan pemerintah China menemui kesepakatan baru




Setiap mahluk hidup pada dasarnya memilih tempat berkembangbiak yang aman dan nyaman. Begitu pula burung walet, Sehingga walet memilih tempat yang memenuhi syarat dan sesuai dengan habitat aslinya.
Sehingga walet memilih gua-gua alam dan bangunan tertentu sebagai tempat pengembangan populasinya. Semakin aman dan nyaman tempatnya maka semakin bertambah pula jumlah populasinya.
 
Tempat yang sesuai dengan habitat walet adalah bersuhu 26-30 C, berkelembaban udara 80-90% dan dekat dengan tempat ia mencari makan.
Bukan hanya itu saja tetapi harus aman dari gangguan, binatang predator, terlindung dari terpaan angin, terik matahari, hujan dan cahaya yang terang.
 
Cahaya dalam rumah walet tidak boleh melebihi 2fc (foot candle) setara dengan cahaya 2 buah lilin.
Oleh sebab itu diperlukan suatu perlakuan khusus untuk memancing walet atau menjaga dan mengembangkan populasi walet pada bangunan yang sudah dimasuki walet. Perlakuan khusus itu pada dasarnya adalah membuat bangunan yang sesuai dengan habitat walet.
Perlakuan khusus itu seperti: ukuran bangunan, bak tampung air, lubang ventilasi, ukuran lubang, bau-bauan, mesin kabut, pemberian serangga dari makanan yang dibusukkan, suara walet dan lainnya memang mutlak harus dilakukan.
Selamat hari Imlek bagi yang merayakan,semoga di tahun ini anda mencapai apa yang belum tercapai di tahun lalu.

Ternyata prediksi saya mengenai harga sarang walet dan sriti sebelum imlek tidak meleset kan. Akan tetapi sejak kemarin,kondisi pasar nasional maupun internasional sudah menunjukkan angka yang signifikan. Meskipun demikian,kemungkinan apapun bisa terjadi karena memang belum stabil. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah kembali normal.

Salam sejahtera
Menjelang tahun 2011 transaksi mulai menurun tajam. Mungkin dikarenakan faktor 'Long weekend' jadi saya rasa hal itu wajar karena setiap orang butuh liburan,begitupun dengan anda.
Tidak lupa saya mengucapkan selamat tahun baru 2011 semoga tahun ini menjadi awal yg baik bagi kita semua dan semoga bisnis ini semakin maju seiring teknologi yg terus berkembang dan kebutuhan tentunya.
Sekali lagi saya ucapkan HAPPY NU YEAR 2011 :)

Oh iya,Saya ada sedikit kabar tentang harga sarang walet menjelang imlek biasanya akan tidak stabil. Jadi saya sarankan buat anda untuk tidak menimbun sarang walet,lebih baik dijual saja . Bila anda ingin menjual silahkan hubungi saya.
Secara umum standar mutu dan harga produk sarang burung walet ditentukan oleh beberapa hal sebagai berikut: bentuk sarang, kebersihan sarang dan bulu, kadar air, warna, ketebalan dan ukuran sarang.
Banyaknya faktor yang selama ini digunakan untuk melakukan penilaian terhadap kualitas sarang burung walet mengakibatkan terjadinya keanekaragaman tingkat mutu dan kualitas pada komoditi jenis ini. dengan adanya tingkat kualitas ini, mengakibatkan pula terjadinya tingkat penilaian harga yang cukup besar bagi setiap kilogram produk sarang burung walet yang dijual oleh peternak walet di berbagai daerah. Kenyataan di pasaran menunjukkan, bahwa perbandingan harga sarang dapat berkisar antara satu untuk sarang berkualitas rendah dan tujuh kali lipat harganya bagi sarang berkualitas tinggi. Dengan kata lain semakin rendah kualitas sarang walet yang dijual, maka semakin rendah pula kemampuan tawar (bargaining power) peternak walet dalam melakukan transaksi dengan pedagang.
Selama ini yang terjadi pada usaha sarang burung walet di berbagai daerah adalah bahwa para peternak walet kurang mampu meraih nilai tambah tertinggi dari produk sarang burung yang dihasilkannya, semua ini berkaitan dengan tingkat performansi (penampilan) sarang burung walet yang dihasilkan tersebut kurang mampu memenuhi syarat-syarat kualitas tertinggi.
Namun karena pola panen sarang burung walet yang dipakai oleh kebanyakan peternak adalah " Pola Panen Tetasan", maka sarangnya menjadi tercemar baik oleh bulu maupun kotoran yang terdiri dari debu, bekas hama pengganggu dan lain sebagainya. Hal ini karena sarang walet tersebut sebelum dipanen, telah digunakan oleh burung walet itu untuk mengerami dan menetaskan telurnya serta mengasuh anak-anaknya. Sehingga akibatnya sarang walet itu mengalami perubahan warna (tidak putih bersih lagi) karena dipenuhi oleh bulu dan kotoran dari walet itu sendiri.
Pola panen ini secara umum diterapkan oleh para peternak walet di daerah dengan tujuan untuk mengembangkan populasi burung walet sebanyak-banyaknya sebelum nantinya digunakan pola panen lainnya. Namun konsekuensi dari pola panen seperti ini adalah kualitas sarangnya menjadi rendah, yang berarti pula harganya pun menjadi berkurang banyak.
Dari beberapa uraian tersebut di atas, dapat disebutkan beberapa masalah yang berkaitan dengan kualitas dan harga komoditas sarang burung walet di berbagai daearah di indonesia sebagai berikut:

    *
      Sarang burung walet di Kabupaten daerah pada umumnya tercemar dan dipenuhi kotoran karena dihasilkan dari "Pola panen tetasan". Tercemarnya sarang ini karena sarang tersebut telah digunakan oleh burung walet untuk mengerami dan menetaskan anak-anaknya, sehingga sarang tetasan dipenuhi oleh kotoran anakan walet, juga dipenuhi pula oleh bekas-bekas kotoran dan hama pengganggu, seperti kecoa, kutu busuk atau air kencing kelelawar, sehingga warnanya tidak putih lagi. Pola panen tetasan ini terpaksa harus dilakukan oleh peternak walet di Kabupaten Jember dengan tujuan agar burung walet mempunyai kesempatan cukup untuk beregenerasi dan meningkatkan populasi.
    *
      Banyaknya bulu yang melekat pada sarang burung walet hasil dari para peternak walet yang meskipun berbentuk besar dan berserat baik, tetapi masih dihargai rendah di pasaran karena dianggap kurang baik (mengingat bulunya sulit hilang). Walaupun sebenarnya produk sarang walet itu mempunyai potensi besar untuk mendapatkan harga lebih tinggi apabila diproses terlebih dahulu sebelum dijual.
    *
      Berubahnya warna sarang walet bila disimpan lama serta mudah terserang jamur, Sehingga kualitasnya dapat berkurang. Hal ini karena sarang walet tersebut sudah mengalami pencemaran sejak diambil dari asalnya, Sehingga dalam tempat penyimpanan, sarang itu mengalami proses perubahan warna karena sudah mengandung spora jamur sejak dipetik dari rumah walet.
Diberdayakan oleh Blogger.


Video

Popular Posts